Categories
Uncategorized

Berkunjung ke Masjid Kubah Emas saat malam hari

Terdapat pepatah berkata, panorama alam di malam hari mempunyai banyak perihal menarik yang tidak dapat ditemui di pagi ataupun siang hari. Pepatah ini terdapat benarnya, semacam sewaktu aku berkunjung ke Masjid Kubah Emas di malam hari.

Masjid Dian Angkatan laut(AL) Mahri yang lebih terkenal dengan istilah Masjid Kubah Emas ini telah jadi destinasi harus paling utama untuk peziarah Walisongo yang berkelana Jawa. Sehabis mereka menziarahi makam Sunan Gunung Djati di Cirebon umumnya mereka hendak singgah ke Jabodetabek bagaikan pamungkas dari wisata religi tersebut. Tetapi bukan berarti Masjid Kubah Emas cuma didatangi oleh peziarah saja. Untuk pecinta seni serta pecinta ornamen, hingga Masjid Kubah Emas dapat dijadikan referensi. Terlebih bila didatangi di malam hari.

Kemudian apa istimewanya berkunjung ke Masjid Kubah Emas di malam hari?

Pasti saja banyak keistimewaan yang dapat didapat. Yang sangat pokok merupakan menenangkan rohani kita sebab melancong di masjid hendak menegaskan kita pada Tuhan. Terlebih di malam hari atmosfer tidak seramai kala pagi ataupun siang sehingga kita dapat memperoleh momen yang cocok. Sewaktu aku ke situ bersama sahabat, jumlah wisatawan di malam hari dapat dihitung dengan jari.

Panorama alam lampu dari kejauhan pula menaikkan energi tarik masjid yang mempunyai berat emas di kubahnya sebesar 24 karat. Lampu- lampu hendak menyala dari kejauhan mata memandang. Sewaktu aku serta sahabat ke situ selepas Isya, penjaga masjid mempersilahkan kami masuk. Nyatanya taman masjid sangatlah luas sehingga kami wajib berjalan di malam buta dengan penerangan sedikit di taman masjid. Beruntungnya, ada penerangan di ketinggian yang menolong kami berjalan tanpa memakai senter.

Sehabis datang dipelataran masjid, penerangannya bertolak balik dengan taman masjid. Di pelataran masjid, sinar- sinar lampu menyala sangat cerah di tiap sisi. Sebab pada waktu itu azan berkumandang sehingga kami memutuskan buat menunaikan ibadah Shalat Isya terlebih dulu. Mulanya kami bimbang buat mencari tempat wudhu tetapi nyatanya tempat wudhu terletak di lantai dasar. Tempat wudhunya memanglah tidak seluas tempat wudhu di Masjid Istiqlal, tetapi tidak seramai Masjid Istiqlal sehingga tidak sangat berisik oleh gemercik air.

Kami disambut dengan pintu kayu berukiran megah. Begitu masuk, kami berdecak kagum. Bidang dalamnya masjid sangat indah sekali dipadukan dengan lampu- lampu cerah. Keramik yang bak istana serta karpet tebal yang sangat aman buat dipijaki. Di tengah masjid ada langit- langit dari kubah yang berlukiskan awan serta langit. Inilah yang jadi energi tarik Masjid Kubah Emas di malam hari, langit- langit tersebut seakan hidup di malam hari sebab perpaduan sinar lampu dari dalam.

Banyak golongan yang berpotret- potret di dalam masjid begitu berakhir menunaikan ibadah salat. Desain bidang dalamnya yang sangat kental dengan nuansa Timur Tengah ini semacam kerajaan saja saking megahnya. Para wisatawan tidak mau ketinggalan mengambil gambar mulai dari mimbar, tiang masjid, atap masjid serta pula pelataran masjid. Atmosfer malam hari membuat mereka tidak butuh mengantre buat gambar sehingga dapat cekrak- cekrek cocok selera.

Masjid yang berlokasi di Kecamatan Limo, Depok ini didirikan oleh pengusaha kaya nan dermawan Dian Djuriah Rais. Dia wafat pada 29 Maret 2019 silam serta dimakamkan di zona masjid. Di malam hari waktu kami berkunjung ke situ, terdengar sayup- sayup suara lantunan ayat suci Angkatan laut(AL) Quran yang didengungkan oleh peziarah. Nuansa malam membuat doa- doa terus menjadi khusyu sebab tidak sangat banyak kemudian lalang orang. Ditambah posisi zona masjid yang menjorong ke dalam sehingga tidak begitu berisik dengan kemudian lalang kendaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *